Posted on November 22, 2009 by dokterpenulis
Kemarin senja Surabaya mendung. Sebagian hujan. Kularikan motorku agak cepat, mengejar rintik. Dekat perempatan jalan Kertajaya, lampu kuning mulai memerah di kejauhan. Di sampingnya, seorang Bapak tua menjual koran. Biasanya yang dijual adalah koran pagi yang beritanya sudah agak kadaluwarsa.
Satu yang agak berbeda, ia memakai ‘kruk’. Salah satu kakinya cacat, tak ada.
“Pak, minta korannya nggih,”kataku [...]
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: harga diri, Kejujuran, rasa syukur | 1 Komentar »
Posted on Oktober 25, 2009 by dokterpenulis
Satu hari aku berkata pada seorang teman. “Back to your normal life..”
Tapi hari ini aku bertanya pada diri sendiri. Adakah hidup yang normal itu? Tidakkah sebagian besar peristiwa yang kini kita jalani adalah pilihan sadar? Dan karenanya segala sesuatu yang terjadi adalah konsekuensi dari hal-hal yang kita pilih di masa lalu?
Kadang aku berpikir, kalau saja [...]
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: Musashi, Normal Life | Leave a Comment »
Posted on Oktober 16, 2009 by dokterpenulis
Suatu sore, setelah ngobrol ngalor ngidul, termasuk tentang Pakde Ketut, tetangga depan rumah yang kadang pergi ke Pura, Cinta bertanya.
”Pak, apa orang-orang yang beragama Kristen, Hindu, dan Budha juga akan masuk surga?
Istriku terdiam. Memandangku, mencari bantuan.
Setengah berbisik aku bilang, ”Nduk, nanti saja kita bicarakan lagi. Biar Bapak pikir dulu.” Untunglah anak pertamaku sangat pengertian. Ia [...]
DIarsipkan di bawah: perjalanan, seputar hidupku | Ditandai: pluralisme, Surga | 3 Komentar »
Posted on September 20, 2009 by dokterpenulis
Pulang. Bagiku, pulang adalah langkah untuk memetakan dan memahami apa yang kulakukan hari-hari ini.
Termasuk sore kemarin, sehari sebelum Lebaran, saat aku shalat Magrib di Masjid Kendal setelah nyekar almarhum Eyang di makam Kuncen, Kalibuntu Wetan.
Sudah lebih 20 tahun berlalu. Saat-saat aku bersekolah di SMP 1 Kendal. Hari-hari ketika aku mulai belajar tentang tasawuf, dan tiap [...]
DIarsipkan di bawah: perjalanan, seputar hidupku | 1 Komentar »
Posted on Mei 17, 2009 by dokterpenulis
* “What is the human being’s funniest characteristics?”
**”Our contradictoriness.
We are in such a hurry to grow up, and then long for our lost childhood.
We make ourselves ill earning money, and then spend all our money on getting well again.
We think so much about the future that we neglect the present, and thus experience neither the [...]
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Leave a Comment »
Posted on April 20, 2009 by dokterpenulis
Cinta, maafkan Bapak karena Bapak sering marah padamu.
Maafkan juga bapakmu ini karena kadang Bapak lupa, bahwa kau telah rela mengikuti perjalanan hingga ke Surabaya, padahal Cinta bisa saja tetap tinggal di kampung halaman.
Maafkan Bapak karena sering lupa menepati janji untuk meluangkan lebih banyak waktu denganmu.
Cinta, maafkan Bapak ya Nak, karena Bapak juga sering lupa bilang, [...]
DIarsipkan di bawah: perjalanan, seputar hidupku | Ditandai: Bapak, Maafkan | 1 Komentar »
Posted on Februari 16, 2009 by dokterpenulis
Akhirnya aku ke Bontang lagi. Februari ini saja. Tentang cerita dari sini, tunggu dulu ya…
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | 4 Komentar »
Posted on Januari 25, 2009 by dokterpenulis
Liburan 3 hari. Nonton Revolutionary Road dan Seven Pounds. Terasa ada kontinuitas di antara kedua film itu. Ada sesuatu yang ingin disampaikan Allah padaku melalui mereka.
Revolutionary Road (Leonardo Dicaprio dan Kate Winslet) mengisahkan tentang pasangan suami istri yang tengah mempertanyakan kemapanan hidup yang dimiliki, yang berujung pada kehampaan yang mengiris.
Sekali lagi, pertanyaan tentang [...]
DIarsipkan di bawah: resensi film, seputar hidupku | 2 Komentar »
Posted on Januari 24, 2009 by dokterpenulis
Udara penat lab cath (laboratorium kateterisasi) masih terasa dalam kepala saat kaki melangkah ke dalam angkutan kota. Aku ingin segera pulang ke rumah, meletakkan kepala dan tidur. Dua PCI kasus infark miokard akut, satu PTMC pasien mitral stenosis, dan satu kateterisasi diagnostik prolaps katup mitral dalam sehari sangatlah cukup untuk mencipta tumpukan laktat dalam [...]
DIarsipkan di bawah: manusia-manusia, seputar hidupku | 1 Komentar »
Posted on November 29, 2008 by dokterpenulis
Beberapa hari lalu, aku merasa malu dengan sandal jepitku. Meskipun nyaman dipakai, ternyata ia sudah butut. Lantas masuklah aku ke Ramayana Bontang (swalayan terbesar di sini), kucari sandal baru yang menurutku, tampangnya lebih lumayan. Harganya tentu lebih mahal.
Tiga hari berlalu, ternyata sandal baru itu lebih berat dan permukaan talinya yang ‘keren’ membuat kakiku lecet. [...]
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: pilihan | 4 Komentar »
Posted on Oktober 24, 2008 by dokterpenulis
Ibnu Athaillah berkata,
“Allah melapangkan keadaanmu agar engkau tidak tetap dalam kesempitan, dan Allah menyempitkan keadaanmu agar engkau tidak terus dalam kelapangan. Dia melepaskanmu dari keduanya agar engkau terbebas dari segala sesuatu selainNya.”
“Bisa jadi Allah memberimu maka Ia menolakmu, dan bisa jadi Ia menolakmu maka Ia memberimu.”
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: Lapang dan sempit | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2008 by dokterpenulis
Sepanjang film Laskar Pelangi diputar mata saya basah oleh air mata. Diam-diam saya menangisi keikhlasan Bu Mus, kesungguhan Pak Harfan, ketekunan Lintang, menangisi Harun yang terbata tapi gembira.
Lebih dari itu, saya menangisi diri sendiri. Saya yang masih saja merasa kurang di tengah kecukupan, yang begitu mudah tergoda dengan iming-iming materi, [...]
DIarsipkan di bawah: resensi film, seputar hidupku | Ditandai: Film, Laskar Pelangi, Film Laskar Pelangi, The Movie | 9 Komentar »
Posted on Juli 14, 2008 by dokterpenulis
Siang tadi, di sebuah seminar, sebuah pertemuan mengingatkanku pada sebagian mozaik masa lalu. “Darimana?”tanyaku. ”Purworejo.” Jawaban itu terasa lembut di telinga dan hatiku. Sungguh tak kusangka kalau di Surabaya, aku akan bertemu dengan seseorang yang akan menyebut nama kota yang pernah mengisi hari-hari masa kecil.
Akibatnya sisa hari iniku penuh dengan ingatan tentang perjalanan dari Semarang menuju [...]
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: Pertemuan, Purworejo | 3 Komentar »
Posted on Juni 14, 2008 by dokterpenulis
Di satu siang yang penat aku pulang ke rumah. Berliku memasuki gang, mataku terhenti pada sosok baju coklat pramuka yang berjalan payah ke depan. Seorang anak lelaki, mungkin baru berusia 16 atau 17 tahun, tengah bekerja keras menarik sebuah gerobak penuh sampah. Keringat penuh dan basah. Bau busuk menusuk. Aku merasa kasihan pada anak [...]
DIarsipkan di bawah: manusia-manusia, seputar hidupku | Ditandai: Pramuka, Sampah | 1 Komentar »
Posted on Mei 14, 2008 by dokterpenulis
baru saja menyelesaikan buku For One More Day-nya Mitch Albom.
buku itu mengingatkanku pada sosok ibu.
ibuku.
ah, adakah yang bisa menggantikan ibu?
bahkan ketika hariku kini telah lewat di atas 30.
beberapa keputusanku, adalah hasil dari didikannya.
sebagian pilihanku, terpengaruh oleh nilai2nya.
dan aku yakin, sebagian besar pencapaianku, terjadi karena doanya.
For One More Day mencambuk keras tentang minimnya rasa syukurku karena [...]
DIarsipkan di bawah: resensi buku, seputar hidupku | Ditandai: For One More Day, ibu, Mitch Albom, One More Day | 2 Komentar »
Posted on Mei 2, 2008 by dokterpenulis
kemarin ada sebuah batu yang cukup besar menghadang perjalanan.
dan layaknya batu2 karang lain dalam hidup, ia datang tiba-tiba, tak dinyana dan seringkali membuat sedih.
lantas sekali lagi aku memasrahkan segala sesuatu pada Allah.
Ia telah mengatur hidupku sedemikian rupa.
Ia telah membawaku sejauh ini.
akankah Ia mensia-siakanku? kurasa tidak.
apalagi saat aku mengingat segala hal yang sudah diberikan padaku selama [...]
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: batu besar, perjalanan | 2 Komentar »
Posted on April 9, 2008 by dokterpenulis
33 tahun. 33 tahun. apa makna 33 tahun bagiku?
masih menjadi seorang pejalan tidur, kata Morrie..
seharusnya mulai hari ini, urusanku cuma satu : membuat hidupku sesadar-sadarnya, sepenuh2nya. itu saja.
DIarsipkan di bawah: perjalanan, seputar hidupku | Ditandai: Ulang tahun | 6 Komentar »
Posted on Maret 25, 2008 by dokterpenulis
“Hidup cuma sekali, untuk itu mesti berarti.
Tapi hidup yang tumbuh tak selalu mesti menjulang tinggi.
Tumbuh dan berarti juga bisa dengan mengakar, daun rimbun melindungi.
Hidup dengan kesadaran penuh akan kini yang fana, mencintai seremeh apapun yang dikerjakan, memberi kasih sayang terluas yang bisa, dan tak lepas dari rasa syukur pada tiap tetes kehidupan yang dilimpahkan. “
‘ [...]
DIarsipkan di bawah: manusia-manusia, perjalanan, seputar hidupku | Ditandai: life, quote, Tumbuh berakar | 1 Komentar »
Posted on Maret 20, 2008 by dokterpenulis
“berumah di desa, terus menulis dan berbagi untuk dunia, menyembuhkan pasien2ku dengan sempurna, membesarkan anak2ku penuh kasih sayang,
menyebarkan ilmu pada sesama, menyiapkan pertemuan dengan Gusti Allah tercinta…”
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: masa depan | 3 Komentar »
Posted on Maret 14, 2008 by dokterpenulis
saat aku bertanya pada seorang kawan tentang pilihan, dan ia menjawab dengan sebuah surat. sebuah surat yang indah…
Alhamdulillah, kamu lagi diberi banyak kesempatan. Alhamdulillah, sedang disuguhkan pilihan-pilihan. Ingat-ingatlah rasa itu: berada di depan pintu-pintu terbuka. Ingatlah rasa ini manakala suatu hari nanti kamu berada di depan pintu-pintu tertutup agar kamu ingat bahwa segala sesuatu mengenal [...]
DIarsipkan di bawah: perjalanan, seputar hidupku | Ditandai: jalan, pilihan2, surat | 2 Komentar »
Posted on Februari 11, 2008 by dokterpenulis
apapun yang kau dapatkan hari ini, itu jauh lebih baik daripada Pras, Anggek, dan Kothe.
mereka bertahun di dalam kubur, diam dan mati.
sedang kau bertahun pula masih diberi Allah kesempatan bernafas, hidup, menimang dan melihat anak2mu tumbuh, juga bermimpi… so, kenapa mesti bersedih?
jangan biarkan dunia melukai jiwamu, apapun yang mereka katakan dan perbuat padamu.
karena bukankah Allah [...]
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: Anggek, Kothe, Pras | 6 Komentar »
Posted on Januari 29, 2008 by dokterpenulis
hari minggu pagi pulang kampung sekalian pergi ke telaga warna di dieng, wonosobo, jawa tengah.
termasuk menyambangi kembali gua semar, tempat Pak Harto pernah bersemadi. eh ternyata siangnya ia meninggal.
hmm, jadi ingat lembaran kelopak mawar yang tersebar di depan pintu gua. sekaligus bau wangi kemenyan menusuk hidung..
sesaat disana aku cuma ingin berhenti sejenak. diam. meniru gunung.
terima kasih gunung…
DIarsipkan di bawah: perjalanan, seputar hidupku | Ditandai: dieng, pak harto, perjalanan, telaga warna, wonosobo | 4 Komentar »
Posted on Januari 19, 2008 by dokterpenulis
Dari film itu ada satu kalimat yang sangat kuingat. Kalimat yang diucapkan Gardner pada Christopher saat mereka usai bermain basket. Satu hari aku ingin mengatakannya pada anakku.
“Hey… Don’t ever let somebody tell you that you can’t do something. Not even me. You got a dream, you’ve got to protect it. People can’t do something [...]
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: Pursuit of Happiness | 2 Komentar »
Posted on Januari 19, 2008 by dokterpenulis
Everything tells me that I am about to make a wrong decisions, but making mistakes is just part of life. What does the world want of me? Does it want me to take no risks, to go back where I came from because I didn’t have the courage to say “yes” to life?[Paulo Coelho]
Kalimat yang kuambil dari seorang kawan sekaligus guru [...]
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | 1 Komentar »
Posted on Januari 17, 2008 by dokterpenulis
Malam ini aku menonton Babel.
Sebenarnya sudah lama kepingin, tapi belum sempat. Memang ada Brad Pitt di sana, tapi bukan itu yang terpenting.
Kurasa Babel sangat menyentuh. Ada kesepian di sana. Ketulusan dan kasih sayang. Terasa jauh, tapi mengada.
Juga hati rapuh. Luka mengerati jiwa manusia.
Mengarat. Menggerak-gerakkan daun kering di musim kemarau.
Perlahan. Jatuh. Tersapu angin.
Sendiri.
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: Babel. Sendiri, Film | 5 Komentar »
Posted on Desember 25, 2007 by dokterpenulis
25 desember 2007 menjelang magrib
Aku masih belum tahu mau kemana setelah ini. Tapi apakah pertanyaan itu penting? Apakah pertanyaan : setelah ini tinggal dimana, bekerja dimana, berkarir dimana, itu sungguh berarti untuk dijawab? Bukankah kepastian yang ada adalah : hidup sesungguhnya cuma hari ini, sedang di depan sana yang pasti cuma satu : maut [...]
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: biasa, hanya, sederhana, sekadar | 2 Komentar »
Posted on Desember 14, 2007 by dokterpenulis
Taman adalah simbol pikiran. Jika engkau merawatnya, bunga-bunga akan bermekaran. Jika kau biarkan racun pikiran bertebaran, kedamaian pikiran dan harmoni batin akan hilang darimu.
Jagalah pintu gerbang tamanmu, jangan biarkan satupun pikiran negatif muncul. Karenanya, biasakan berpikir jernih dan sederhana.
Selalu ingat, bahwa kita tidak bisa mengendalikan dunia di sekitar kita. Tapi kita dapat mengendalikan pikiran kita, [...]
DIarsipkan di bawah: resensi buku, seputar hidupku | Ditandai: resensi buku, Robin Sharma, The Monk Who Sold His Ferrari | Leave a Comment »
Posted on Desember 6, 2007 by dokterpenulis
Siapa tahu lembaran kertas ini adalah sebuah pertanda. Mungkin untuk saya. Tapi siapa tahu ini juga takdir Anda?
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: mimpi, Perancis, pertanda | 6 Komentar »
Posted on November 29, 2007 by dokterpenulis
Sudah hampir sebulan tulisanku tidak lolos di media. Kadang terasa capek juga menunggu. Tapi kurasa semua itu memang harus kulalui. Bukankah dulu aku berasal dari tiada? Mengapa sedih kalau sekarang ’sementara’ tak ada?
Jadi ingat dengan definisi zuhud yang kutulis 5 tahun lalu di cermin rumah :
Tidak senang saat mendapat dunia
Tidak sedih saat ditinggalkan dunia.
Tidak sibuk oleh dunia [...]
DIarsipkan di bawah: seputar hidupku | Ditandai: Tuhan | 2 Komentar »