Posted on November 10, 2009 by dokterpenulis
Masih belum bisa lepas..
Pagi itu Nadira menemukan sosok Sang Ibu di lantai dingin, terbaring bukan karena sakit atau terjatuh, tetapi karena dia memutuskan : hari ini aku bisa mati. Lantas mengalirlah cerita pendek beruntun yang berisi cinta, penderitaan, kesia-siaan, pengorbanan, lantas titik balik dimana segala menjadi terang. Atau seakan benderang. Masa lalu kelabu. Masa depan [...]
DIarsipkan di bawah: resensi buku | Ditandai: 9 dari Nadira, Cerpen, Leila S Chudori | Leave a Comment »
Posted on September 26, 2009 by dokterpenulis
Perahu Kertas. Bagiku, buku ini mengingatkanku pada impian-impian masa kecil. Sesuatu yang seringkali kita lupakan. Padahal, seperti kata Keenan, “ Jalan kita mungkin berputar, tapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan untuk jadi diri kita sendiri.”
Kalimat itu menusukku dalam. Melihat diriku sendiri, terasa ada hal-hal yang hari ini harus aku kompromikan demi [...]
DIarsipkan di bawah: resensi buku | Ditandai: Dewi Lestari, Perahu Kertas | 2 Komentar »
Posted on Desember 26, 2008 by dokterpenulis
Sebelum mati, agar kita tak menyesal, kata John Izzo, inilah hal2 yang mesti diketahui :
1. Jujur dan kenalilah panggilan hati. Impian. Hasratmu yang terdalam.
2. Beranilah mengambil resiko, terutama jika itu menyangkut panggilan hati dan impian2mu. Jika tidak, satu hari nanti sangat mungkin kita akan menyesal.
3. Belajarlah mencintai.
4. Hayati tiap detik hidup. Tiap huruf yang kau baca. Tiap [...]
DIarsipkan di bawah: resensi buku | 7 Komentar »
Posted on Mei 14, 2008 by dokterpenulis
baru saja menyelesaikan buku For One More Day-nya Mitch Albom.
buku itu mengingatkanku pada sosok ibu.
ibuku.
ah, adakah yang bisa menggantikan ibu?
bahkan ketika hariku kini telah lewat di atas 30.
beberapa keputusanku, adalah hasil dari didikannya.
sebagian pilihanku, terpengaruh oleh nilai2nya.
dan aku yakin, sebagian besar pencapaianku, terjadi karena doanya.
For One More Day mencambuk keras tentang minimnya rasa syukurku karena [...]
DIarsipkan di bawah: resensi buku, seputar hidupku | Ditandai: For One More Day, ibu, Mitch Albom, One More Day | 2 Komentar »
Posted on Desember 14, 2007 by dokterpenulis
Taman adalah simbol pikiran. Jika engkau merawatnya, bunga-bunga akan bermekaran. Jika kau biarkan racun pikiran bertebaran, kedamaian pikiran dan harmoni batin akan hilang darimu.
Jagalah pintu gerbang tamanmu, jangan biarkan satupun pikiran negatif muncul. Karenanya, biasakan berpikir jernih dan sederhana.
Selalu ingat, bahwa kita tidak bisa mengendalikan dunia di sekitar kita. Tapi kita dapat mengendalikan pikiran kita, [...]
DIarsipkan di bawah: resensi buku, seputar hidupku | Ditandai: resensi buku, Robin Sharma, The Monk Who Sold His Ferrari | Leave a Comment »