Posted on Juni 26, 2008 by dokterpenulis
Sebelum kucacah jiwaku, kutulis dalam blogku hari ini : aku sedang tidak ingin bercinta. Tapi terasa itu bohong belaka. Aku terdorong dalam lubang. Sekadar bergerak dalam kelam. Karena aku kangen padamu. Kangen yang tak kunjung padam.
Memang sudah jadi takdirku untuk selalu jatuh cinta tiap kali memikirkanmu. Jadi bayangkan, bagaimana payahnya jatuh cinta berkali-kali dalam sehari hanya [...]
DIarsipkan di bawah: cerita pendek | Ditandai: Cerpen, Jiwa | 3 Komentar »
Posted on November 18, 2007 by dokterpenulis
oleh Puthut EA (Kompas, 16 Februari 2003), dapat diakses di Kompas
AKU masih berbicara tentang ingatan, juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya, yang mungkin layak tercatat dalam ingatan. Atau mungkin sebaliknya, hujanlah yang menyertai peristiwa. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah. Tidak semua peristiwa tercatat [...]
DIarsipkan di bawah: cerita pendek | Ditandai: Cerpen Puthut EA, hujan | 3 Komentar »
Posted on November 10, 2007 by dokterpenulis
Meski ajang pembantaian bagi para pembangkang itu sudah berlangsung hampir dua tahun yang lalu, bayang-bayang peristiwa itu masih sering menyergap, menghisap sebagian hidupnya sampai habis. Pagi itu, dini hari setahun lalu yang lelaki itu ingat benar dinginnya, suara dering telpon terus tak henti-henti. Tangannya gagap meraih.
“Halo.” Suara di lawan bicaranya hampir tak terdengar, cuma ada [...]
DIarsipkan di bawah: cerita pendek, seputar hidupku | Ditandai: Paris | 6 Komentar »